5 menit renungan

5 menit renungan

Senin, 09 Agustus 2010

BERTINDAK... DO IT NOW!

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, "Mengapakah engkau berseru-seru kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat." (Kel. 14:15).


Beberapa waktu yang lalu kami mendapat sumbangan ide dari Pdt. Daniel Alexander. Ceritanya sangat menarik untuk kita ambil maknanya:

Pada 1995, dua orang nelayan pergi mencari ikan. Mereka mencari ikan di perairan dingin lepas pantai pulau Vancouver, British Columbia, Kanada. Di tengah laut tiba-tiba kapal mereka mulai tenggelam.

Melihat kapalnya tak dapat diselamatkan, dengan cepat keduanya naik ke sekoci. Akan tetapi tali yang mengikat sekoci dan kapal sangat kuat.

Mereka terus mencoba melepaskan ikatan tersebut. sementara itu kapal semakin dalam tenggelam, dengan sendirinya sekoci pun ikut tertarik masuk ke dalam laut. Mereka tidak memiliki pisau atau alat bantu yang bisa dipakai untuk memutuskan tali. Keduanya mulai putus asa.

Di tengah situasi yang menegangkan itu, mereka sepakat untuk bergantian menggigit talinya. Akhirnya mereka berhasii memutuskan tali. Setelah terkatung-katung di atas sekoci selama beberapa jam, mereka pun selamat karena ditolong oleh kapal nelayan lainnya.


THINGS TO LEARN:

Selama kita masih hidup di dunia ini, masalah selalu ada. Nah pertanyaannya: Apa yang kita lakukan saat menghadapi masalah? Apakah kita pasrah, mengeluh dan menyalahkan orang lain atau keadaan di sekeliling kita? atau kita berjuang, bertindak dan mencari jalan keluar?

Sering kita mengalami situasi dan keadaan seperti bangsa Israel. Mari kita belajar dari perikop Menyeberangi Laut Teberau - Kel. 14:1- 31, di mana sebelumnya Firaun mengizinkan bangsa Israel untuk keluar dari negeri Mesir, tetapi Firaun berubah pikiran (ay. 4-5). Rupanya Firaun tidak iklas melepaskan bangsa Israel, ia ingin bangsa Israel kembali menjadi budak bangsa Mesir. Firaun dan tentaranya kemudian mengejar mereka (ay. 7-9). Nah, saat tentara Mesir mendekat (artinya: saat masalah datang), bangsa Israel ketakutan, apalagi di depan mereka hanya ada Laut Merah yang dalam (masalah datang bertubi-tubi). Ibaratnya mereka dapat masalah besar dan sepertinya tidak ada jalan keluar. Di depan ada Laut Merah, di belakang ada tentara yang kejam, mau terbang tidak ada sayap. Mereka cuman bisanya berseru-seru kepada Tuhan. Namun, Tuhan berbicara lain kepada Musa, "Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat." Sepertinya Tuhan ngomong begini: "Hai, bangsa Israel: sekarang waktunya bertindak... DO IT NOW! Jangan berseru-seru tok, bertindaklah dengan iman!" Dan kita tahu bagaimana cerita selanjutnya setelah Musa bertindak mengangkat tongkat dan mengulurkan tangannya ke atas laut, maka mereka mendapat solusi dan mujizat saat itu juga - bangsa Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering (ay. 16).

Penyelesaian masalah tidak datang, ketika kita berdiam diri saja atau menyesali keadaan sampai berlarut-larut. Seperti di dalam Pkh. 3:1, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Termasuk ada waktu untuk berdoa dan ada waktu untuk bertindak. Terkadang dalam menghadapi persoalan dan setelah kita bergumul dalam doa, kita perlu bertanya pada diri sendiri, "Apa yang Tuhan inginkan untuk saya bertindak mengatasi masalah ini?" Atau, "Apa yang hendak Tuhan ajarkan melalui masalah ini?" Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan membuat kita berpikir dan merenung sejenak tentang tindakan tepat apa yang perlu kita lakukan.

WISDOM WORDS:

Herb Vander Lugt: "Kadang kala kita perlu percaya kepada Tuhan, dan segera mengambil tindakan."
Benjamin Franklin: "Sangat baik dikerjakan jauh lebih baik dibandingkan dengan sangat baik dikatakan."


johannes_djing Ministry


Sumber:
Sumbangan cerita dari pdt. Daniel Alexander,
http://www.surfcam.ca/files/AboutUcluelet-ShipWreck.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar