5 menit renungan

5 menit renungan

Selasa, 31 Agustus 2010

WRITING IN THE SAND

Siapa menutupi pelanggaran mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara menceraikan sahabat yang karib. Ams. 17:9.


Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU."

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: "HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU."

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."


THINGS TO LEARN:

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena itu cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu. Belajarlah menulis di atas pasir.

Ams. 10:12 mengatakan, "Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran." Pengampunan membebaskan kita dari segala dendam dan permusuhan. Ingat kita dipanggil untuk melakukan hal yang berbeda yang dunia lakukan. Kalau menurut dunia balas dendam adalah hal yang wajar, tetapi tidak berlaku bagi kita orang-orang yang percaya pada Kristus. Melimpahnya pengampunan merupakan hal yang mutlak yang harus ada dalam diri kita.

Dengan pengampunan kita bisa membebaskan diri kita dari sakit hati. Seperti Kristuspun telah mengampuni dosa-dosa kita dan Ia tidak mengingat-ingat kesalahan kita. Jadi hal serupa harus kita lakukan kepada sesama karena Kristus terlebih dulu melakukannya bagi kita.


WISDOM WORDS:

Benjamin Franklin: "Dengan mencelakai, Anda menempatkan diri Anda di bawah musuh Anda; membalas seseorang bahkan membuat Anda sama sepertinya; dengan mengampuni, Anda menempatkan diri Anda di atasnya."
johannes_djing: "Dengan mengampuni orang lain, kita sudah mengarah diri untuk menjadi serupa dengan Kristus."


johannes_djing Ministry


Sumber:
http://supergirl.blogdetik.com/category/artikel-cinta/
http://images.sikathabis.multiply.com/image/2/photos/upload/300x300/RLHK6QoKCrQAAGXCylQ1/menulis-diatas-pasir.JPG?et=UGwSjMMrzYZTvTvrMBwZLw&nmid=8287893

Senin, 30 Agustus 2010

MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG TEPAT

Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. 2Taw. 20:3.


Mark Twain, adalah seorang penulis berkebangsaan Amerika Serikat, menuliskan suatu cerita yang menarik sebagai berikut:

Seorang pria meninggal dan bertemu dengan Rasul Petrus di gerbang surga. Menyadari pengetahuan dan kebijaksanaan rasul tersebut, pria tersebut ingin mengajukan pertanyaan kepadanya. "Rasul Petrus," katanya, "sudah bertahun-tahun saya tertarik pada sejarah kemiliteran. Katakanlah, siapakah jenderal terhebat sepanjang masa?"

Petrus dengan tangkas menjawab, "Oh, jawabannya mudah. Orang yang Anda maksud ada di sebelah sana." Pria tersebut melemparkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Petrus, lalu menjawab, "Anda pasti keliru. Saya mengenal orang tersebut sewaktu masih hidup di dunia, dan ia hanyalah seorang pekerja biasa."

"Itu benar," Petrus menjawab, "namun, ia dapat menjadi jenderal terhebat sepanjang masa - andaikan ia memutuskan untuk menjadi seorang jenderal."


THINGS TO LEARN:

Setiap hari kita diperhadapkan dengan sebuah pilihan dan TUHAN telah memberi kebebasan kepada kita untuk memilih dan mengambil keputusan untuk menentukan masa depan kita sendiri, "... kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu..." (Ul. 30:19b).

Mari kita belajar dari 2Tawarikh 20, perikop Kemenangan atas Moab dan Amon. Saat itu, ada dua kelompok musuh yang akan menyerang Yosafat dan bangsa Yehuda, yaitu bangsa Moab dan bangsa Amon (ay. 1). Pada saat itu, salah seorang staff militernya memberi laporan intelijen, bahwa suatu laskar yang besar datang mendekat untuk menyerang bangsa Yehuda (ay. 3a), Pada situasi dan kondisi seperti itu, sebagai raja, tentu Yosafat diperhadapkan untuk memilih berbagai strategi militer yang disodorkan oleh para penasihat militernya. Sebagai manusia, wajar ia takut (ay. 3b), namun ia tidak panik dan Yosafat mengambil suatu keputusan strategi yang agak aneh dibidang ilmu kemiliteran, yaitu: mengambil keputusan untuk MENCARI TUHAN dengan cara BERPUASA dan BERDOA (ay. 6-13). Pada saat Yosafat dan bangsa Yehuda mencari TUHAN, TUHAN berfirman, "Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan TUHAN." (ay. 15). Dan karena Yosafat telah mengambil keputusan yang tepat untuk mencari TUHAN terlebih dahulu, akhirnya TUHAN menyertai dan memberi kemenangan kepadanya (ay. 17b-18), tanpa mereka harus bertempur (ay. 17), bahkan mereka mendapat bonus berkat dari hasil jarahan dari para musuhnya tersebut (ay. 25).

Jadi dari dua kisah di atas ini kita mendapatkan suatu pelajaran penting, bahwa mengambil keputusan yang tepat, akan berdampak pada masa depan kita. Kemenangan dan berkat ada di balik keputusan yang tepat. Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah mengambil keputusan yang tepat yang menyangkut hidup kita? Jangan sampai kita melewatkan hidup ini dengan keputusan yang salah. Ingat: keputusan yang kita ambil itu akan berdampak pada kehidupan kita selanjutnya.


WISDOM WORDS:

John Ruskin: "Dalam segala hal di seluruh dunia, orang yang mencari kehendak yang bengkok akan melihat yang bengkok, dan orang yang mencari yang lurus akan melihat yang lurus."
Edwin Louise Cole: "Sekali Anda membuat suatu pilihan, Anda menjadi hamba dari pilihan tersebut."


johannes_djing Ministry


Sumber:
John C. Maxwell - "Succes One Day At A Time"
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs190.snc1/6372_122566463326_89362338326_3038565_1182087_n.jpg
http://www.maama.com/wat/capsule/worker_color_front.jpg

Sabtu, 28 Agustus 2010

TELADAN ANAK MUDA

Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. 1Tim. 4:12.


Michael Sessions (22/09/1987 - sekarang) adalah seorang walikota dari Hillsdale, Michigan, sebuah kota dengan jumlah penduduk 8.200 orang. Sessions terpilih sebagai walikota pada 8 November 2005. Ia disumpah jabatan di kantor pada tanggal 21 November. Sessions terpilih sebagai walikota termuda dalam sejarah di Amerika Serikat dan ini merupakan berita fenomenal hingga banyak media meliputi pada saat pelantikannya sebagai walikota, seperti: USA Today, BBC News, TV Azteca (Mexico), Nippon TV (jepang), Rusia TV, The Detroit Free Press dan media-media lokal.

Dan hal yang menarik bagi saya adalah dana untuk kampanye Sessions hanya USD 700 (tidak sampai Rp. 7 juta kurs saat ini), ia melakukan kampanye dengan 'door to door', dan Sessions bekerja sebagai walikota sepulang dari belajar di sekolah Hillsdale High School.

Hal menarik berikutnya, di samping Sessions terpilih sebagai walikota, pada usia 18 tahun, ada dua anak muda dengan umur 18 tahun yang terpilih sebagai walikota. Mereka adalah Christopher Seeley dari Linesville, Pennsylvania (kelahiran 15 September 1987) dan Sam Juhl dari Roland, Iowa (kelahiran 3 November 1987).


THINGS TO LEARN:

Saat saya googling via wikipedia untuk menggali tentang anak-anak muda yang berprestasi, saya mendapatkan contoh teladan dari tiga anak muda di atas, yang berprestasi menjadi walikota-walikota termuda dalam sejarah di Amerika Serikat. Contoh lain lagi, tentang anak-anak muda, yang baru saja terjadi beberapa bulan yang lalu, adalah dalam perebutan piala sepak bola World Cup 2010. Kesebelasan dengan pemain rata-rata berusia muda justru yang membuat kejutan sebagai pemenang di setiap pertandingan dari pada kesebelasan yang pemainnya rata-rata berusia lebih senior dan berpengalaman, bahkan yang menjadi juara adalah kesebelasan dengan pemain rata-rata berusia 21-23 tahun. Itu karena kegigihan dan semangat anak-anak muda. Sungguh luar biasa teladan mereka!

Terus terang saja - umumnya - anak-anak muda sering diremehkan akan kemampuan dan prestasinya. Tetapi sebaliknya, Firman Tuhan di atas, itu berlaku bagi kita semuanya, agar kita jangan minder, karena perbedaan usia. Dan seharusnya kita dapat menunjukkan pada dunia ini, bahwa kita bisa menjadi teladan, walaupun usia kita muda. Teladan di sini adalah teladan dalam segala aspek hidup, seperti sabda Yesus, "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga." (Mat. 5:16).

Ingat: teladan yang kita berikan, itu bisa berdampak luar biasa untuk mengenalkan orang lain kepada Kristus. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menjadi teladan bagi orang lain? Caranya seperti Firman Tuhan katakan, "Kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan." (1Tes. 1:6). Jadi kalau kita mau menjadi penurut Tuhan (mengikuti perintah-perintah-Nya) lebih dahulu, maka kita pun dapat menuntun orang lain untuk datang kepada-Nya.


WISDOM WORDS:

Henry Miller: "Teladan mampu menggerakkan dunia lebih kuat dari pada doktrin apapun."
Haddon Robinson: "Hidup orang-orang kristiani harus menjadi teladan bagi sesamanya."


johannes_djing Ministry


Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Michael_Sessions
http://indiana.typepad.com/photos/uncategorized/sessions.jpg
http://en.wikipedia.org/wiki/Christopher_Seeley
http://cnettv.cnet.com/new-mayor-block/9742-1_53-50061425.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Sam_Juhl
http://www.iptv.org/lii/feature.cfm?showNum=1666&featNum=1048
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhVLw2QhnTWvabjpJN-BeJkwmFJprtpk8tCU4maC7LzcdJGefWWVDbCQYhf4Yu6EUj9WyAoSZR6jGMhhImRPYHwVYw_qXYF1ITJ2zaMlrzU1l7hftGPNiJ_DCzJce7OqTL2_XB1H75ehQU/s660/split+rock+light+house.JPG

Kamis, 26 Agustus 2010

DOSA MENGHAMBAT KITA

Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu. Yer. 5:25.


Ada cerita pendek:

Seorang petani tua selama bertahun-tahun terpaksa membajak di sekeliling sebuah batu besar di salah satu petak sawahnya. Batu itu telah mematahkan beberapa mata bajak dan sebuah cangkul miliknya.

Semakin hari batu itu makin menyusahkan pak tani. Satu hari setelah mata bajaknya kembali patah, dan teringat akan berbagai kesulitan yang telah ditimbulkan batu itu selama ini, akhirnya ia memutuskan melakukan sesuatu. Ia menancapkan linggis ke dasar batu itu, dan betapa terkejutnya karena ternyata tebal batu itu hanya sekitar 30 cm. Dengan menggunakan palu besar, batu itu pun dihancurkan. Petani itu tersenyum, malu pada diri sendiri. "Seharusnya aku dapat mengatasi batu ini dengan segera, sehingga aku pun tak perlu bersusah-susah sampai bertahun-tahun."


THINGS TO LEARN:

Kira-kira demikianlah, apabila ada dosa di dalam diri kita yang tidak segera kita singkirkan. Setelah kita bertobat dari dosa-dosa besar kita, namun kadang masih ada dosa-dosa kecil, yang tanpa kita sadari masih ada di hidup kita, seperti: kemarahan, kemalasan, kesombongan, kebencian dan lain sebagainya. Dan hal itu dapat menjadi penghalang kemajuan hidup rohani kita. Perlu diingat, bahwa di mata Tuhan itu tidak ada dosa yang besar maupun dosa kecil, karena dosa tetaplah adalah kekejian di mata Tuhan dan harus disingkirkan.

Mengapa dosa harus segera disingkirkan? Karena dosa dapat menghalangi kita untuk datang kepada Tuhan, bahkan sering dosa itu menghalangi berkat Tuhan untuk kita, seperti Nabi Hosea menegor bangsa Israel, dalam Hos 14:3, "Bertobatlah kepada TUHAN! Katakanlah kepada-Nya: 'Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik.'"

Juga dalam perikop Yeremia 5, Hukuman TUHAN tidak dapat dielakkan, kita tahu bahwa kerinduan TUHAN untuk memberkati bangsa Israel itu sangat besar, namun dosa-dosa bangsa Israel-lah yang menghambat semua yang baik dari bangsa Israel, sehingga mereka tidak menikmatinya.

Jadi marilah kita miliki hati seperti raja Daud yang berkata, "Selidikilah aku, ya TUHAN, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (Maz. 139:23-24). Dengan demikian kita bisa menyingkirkan dosa yang ada dalam diri kita.

WISDOM WORDS:

David Roper: "Dosa juga dapat melemahkan kekuatan kita. Oleh sebab itu, kita harus sungguh-sungguh meluangkan waktu untuk memohon agar Tuhan menyelidiki dosa kita."
John Bunyan: "Satu kebocoran akan menenggelamkan sebuah kapal, dan satu dosa akan menghancurkan orang berdosa."


johannes_djing Ministry


Sumber:
http://www.renungan-spirit.com/artikel-rohani/penyakit-menunda.html
http://farm4.static.flickr.com/3586/3366720473_457b9b6ccd.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqcRRQ7hyONvK77E0wcnUxIGeEOhFyoW8N862Pejm0snOekT5zwsPslGda-uiSeL3zadJK7JVa3OBhqNC75hqgG7Fl05p8YTnRkwyLdvNtFQOQTY9H2klyu3StsHSxdxQumHzXlJ2py7qj/s1600/Stop_PersonFigure.jpg

Senin, 23 Agustus 2010

JANGAN TUNDA KESELAMATAN!

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Tim 4:2.


Penginjil D.L. Moody bercerita tentang seorang pendeta yang sedang mempersiapkan khotbah tentang pentingnya menerima Yesus tanpa menunda-nunda. Setelah berkutat beberapa saat dalam persiapannya, pendeta itu pun kelelahan lalu tertidur di kursinya dan bermimpi aneh. Dalam mimpinya ia mendengar percakapan yang terjadi di antara beberapa roh jahat. Mereka berunding untuk merancang sebuah rencana jahat yang akan menyeret manusia di dunia ini ke neraka.

Salah satu dari roh jahat itu berkata, "Katakan kepada manusia bahwa Alkitab itu bukan Firman Allah sehingga tak dapat dipercaya." Yang lain menyahut, "Itu saja tidak cukup." Roh jahat yang kedua angkat bicara, "Katakan kepada mereka bahwa Allah tidak ada, bahwa Yesus hanyalah orang yang baik, dan bahwa sesungguhnya tak ada surga ataupun neraka." Namun yang lain kembali menolak usulan itu. Pada akhirnya, roh jahat yang ketiga berkata, "Katakan saja kepada manusia bahwa Allah, Juruselamat, surga, dan neraka memang ada. Tetapi mari kita yakinkan mereka bahwa mereka masih punya banyak waktu di dunia untuk diselamatkan sewaktu-waktu. Lalu, doronglah mereka untuk menunda keputusan menerima Dia." "Setuju!" sambut yang lain dengan sangat gembira.


THINGS TO LEARN:

Hari-hari ini iblis sangat gencar melontarkan serangannya pada umat manusia, dengan tujuan supaya mereka tidak mendapat bagian dalam kerajaan TUHAN. Salah satu serangan halus dari si iblis adalah membuat manusia terlengah dan menunda-nunda keselamataan.

Itu sebabnya dibutuhkan ketaatan untuk kita berani menceritakan tentang kasih dan kebesaran Tuhan kita. Jangan pernah malu dan menunda untuk mengabarkan Injil keselamatan bagi semua orang, karena kita tidak pernah tahu hati siapa yang mungkin siap untuk menanggapinya.

Tuhan berikan keselamatan kepada semua orang tidak memandang latar belakangnya. Yesus berikan keselamatan itu cuma-cuma atau GRATIS kepada setiap orang. Tetapi pertanyaannya, apakah setiap orang melihat kesempatan yang mulia ini dengan tidak menunda-nunda untuk menerima keselamatan yang diberikan kepadanya? Karena kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. Ingat: "menunda ketaatan sama dengan tidak taat."

Mari setiap kita yang belum menerima keselamatan dari Tuhan, ambil kesempatan yang diberikan untuk menerima pemberian cuma-cuma ini. Terimalah YESUS sebagai Tuhan dan Juruselamatmu, seperti ada tertulis, "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan." (Rom. 10:9). Dan bagi yang sudah menerima keselamatan, mari ceritakan kepada semua orang tentang kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidupmu, supaya mereka juga mendapatkan hal yang sama yang kamu terima dari Tuhan.

WISDOM WORDS:


johannes_djing: "kepekaan akan kebutuhan keselamatan Kristus pada orang lain, namun ditunda memberitakannya, itu sama saja tidak peka."
Dwight L. Moody: "Tidak ada manusia yang dapat memutuskan dirinya untuk pergi ke surga."


johannes_djing Ministry


Sumber:
http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=2637
http://img.forministry.com/B/BB/BBC17580-7C06-45E4-BF39A43B8D33A584/B767BA06-B926-4F02-A89E0B89277C469E.jpg

Sabtu, 21 Agustus 2010

FINISH THE RACE

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. 2Tim. 4:7.


John Stephen Akhwari (1938 - sekarang, di Mbulu, Tanganyika) adalah salah seorang atlit Olimpiade pada 1968 di Mexico City. Ia mewakili negaranya Tanzania untuk lomba maraton.

Kompetisi maraton Olimpiade telah berakhir dan telah diumumkan pemenang juara 1, 2 dan 3-nya. Namun, satu jam setelah pengumuman pemenang lomba maraton itu - di stadion itu hanya tersisa beberapa penonton, panitia penyelenggara yang sedang bersiap-siap meninggalkan stadion serta petugas house keeping yang sedang membersihkan stadion - John Stephen Akhwari memasuki stadion dengan lari terpincang-pincang, dengan kaki terbebat perban. Ia adalah peserta terakhir yang melewati garis finish.

John Stephen Akhwari mengakhiri kompetisi maraton jauh tertinggal dari ke-57 peserta yang telah mencapai garis finish lebih dahulu (dari total 74 peserta), karena ia terjatuh dan mengalami cidera pada sendi lututnya. Setelah ia mencapai garis finish, beberapa penonton, panitia dan wartawan bertepuk tangan dan memberi apresiasi untuk Akhwari.

Salah satu reporter bertanya mengapa ia terus berlari, ia hanya berkata, "Negara saya tidak mengirim saya sejauh 5.000 mil ke Mexico City untuk memulai perlombaan, mereka mengirim saya untuk menyelesaikan perlombaan."

Akhirnya, Akhwari mendapat gelar "A King Without Crown" (Raja Tanpa Mahkota). Dan pada perlombaan maraton di Commonwealth Games tahun 1970, ia mencapai garis finish urutan kelima. Nama Akhwari juga dipakai sebagai nama sebuah organisasi pelatihan atlit Tanzania untuk Olimpiade, John Stephen Akhwari Athletic Foundation. Akhwari diundang sebagai tamu kehormatan pada Olimpiade 2000 di Sydney, Australia. Ia juga sebagai duta goodwill dalam persiapan untuk Olimpiade 2008 di Beijing, China.


THINGS TO LEARN:

Suatu teladan yang luar biasa dari John Stephen Akhwari. Untuk memulai segala sesuatu itu mudah, tetapi bagaimana menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai itu tidak semudah yang kita bayangkan, apalagi ada problem atau tantangan di hadapan kita. Nah, yang terpenting adalah bagaimana sikap atau respon kita terhadap sesuatu yang sudah kita mulai dan menyelesaikannya dengan penuh tanggung jawab sampai kesudahannya. Sikap inilah yang perlu kita hargai.

Demikian pula dalam hal iman. Ada perlombaan iman yang wajib kita ikuti dan kita harus menyelesaikan perlombaan iman dengan tekun, seperti rasul Paulus mengajarkan kepada Timotius, yang merupakan murid dan juga rekan satu tim dalam pelayanannya, "Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi." 1Tim. 6:12. Hidup ini ibarat sebuah perlombaan/pertandingan, seperti tertulis dalam Ibr. 12:1, "... marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." Yang dimaksudkan di sini adalah perlombaan iman.

Jadi marilah kita bersama-sama ikut dalam perlombaan iman yang telah Tuhan tetapkan, dengan mata yang selalu tertuju kepada-Nya. Dan ingat, bahwa akhir segala sesuatu itu lebih penting dari pada awal segala sesuatu. Jangan sampai kita menjadi ke-16 orang yang tidak menyelesaikan perlombaan maraton Olimpiade 1968 itu, mereka memulai perlombaan tersebut, namun mereka tidak pernah menyelesaikannya.


WISDOM WORDS:

Henry Wolmarans: "TUHAN ingin Anda berhasil, lebih dari pada keinginan Anda."
Ralph Boston: "Menjadi yang pertama melewati garis akhir menjadikan Anda pemenang hanya dalam satu tahapan kehidupan. Yang Anda perbuat setelah Anda melewati garis akhirlah yang benar-benar penting."

johannes_djing Ministry


Sumber:
Wikipedia
http://www.youtube.com/watch?v=Hq3rOMnLGBk
http://www.youtube.com/watch?v=xQRMBHArJu0

Rabu, 18 Agustus 2010

HABIT IS POWER!

Daniel... Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji TUHANnya, seperti yang biasa dilakukannya. Dan 6:11.


Di Tiongkok pada zaman dahulu kala, hidup seorang panglima perang yang terkenal karena memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya. Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat. Lalu diperintahkan kepada prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran serta 100 buah anak panah.

Setelah semuanya siap, kemudian Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya.

Panglima mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, "Rakyatku, lihatlah panglimamu! Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?"

Di antara kata-kata pujian yang diucapkan oleh banyak orang, tiba-tiba seorang tua penjual minyak menyelutuk, "Panglima memang hebat ! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih."

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Tukang minyak menjawab, "Tunggu sebentar!" Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak, dan kemudian menuangkan dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Hebatnya, tidak ada setetes pun minyak yang mengenai permukaan koin tersebut!

Panglima dan rakyat tercengang. Merela bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima sambil mengucapkan kalimat bijaknya, "Itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus menerus akan melahirkan keahlian."


THINGS TO LEARN:

Kita semua tahu bahwa kebiasaan memiliki kekuatan yang luar biasa. HABIT IS POWER! Suatu kegiatan apabila itu dilatih, dipelihara dan dilakukan terus menerus secara kesinambungan, maka itu akan menjadi kebiasaan. Dan apabila kebiasaan itu diulang terus menerus, maka akan kegiataan itu menjadikan suatu keahlian dan menjadi sebuah karakter. Kebiasaan itu dapat membentuk dan menunjukkan seseorang, bahkan dapat menjadi cermin dari kepribadian seseorang.

Demikian kita dalam membangun kehidupan yang sukses, ada kegiatan yang harus kita lakukan sehingga menjadi HABIT - kebiasaan kita. Salah satunya adalah DOA, seperti yang dilakukan Daniel, ia biasa melakukan suatu kegiatan berlutut, berdoa dan memuji TUHAN setiap hari. Demikian pula Daud, seperti yang tertulis dalam Maz. 55:17-18, "Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku." Daud berdoa senantiasa sepanjang hari. Suatu kegiatan yang sangat bijaksana dalam membangun kehidupan yang sukses. Kegiatan inilah yang TUHAN ingin kita tiru. Mengapa? Karena ini dapat sangat membantu kita untuk memiliki hubungan yang dekat dan berkomunikasi dengan BAPA, TUHAN kita.

Jadi bangunlah kebiasaan-kebiasaan yang baik dan berguna untuk mencapai kehidupan yang sukses sejati; karena kebiasaan-kebiasaan tersebut akan membantu membangun karakter kita yang baik.


WISDOM WORDS:

Blaise Pascal: "Kekuatan dari kebajikan manusia seharusnya tidak diukur dari usaha khususnya, melainkan dengan kebiasaan-kebiasaannya."
Charles Reade: "Tabur dan lakukan, dan Anda menuai kebiasaan. Taburlah kebiasaan, dan Anda akan menuai karakter. Taburlah karakter, dan Anda akan menuai masa depan."


johannes_djing Ministry


Sumber:
http://ceritayangmemotivasi.blogspot.com/2009/10/kebiasaan-yang-diulang.html
http://www.the-fitness-motivator.com/images/habits.jpg

Senin, 16 Agustus 2010

KEMERDEKAAN SESUNGGUHNYA

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Gal. 5:1.


Sejarah singkat:

Sebelumnya bangsa Indonesia sempat dijajah dan diperbudak oleh Portugis (1509 - 1602), VOC (1602 - 1800), Belanda (1800 - 19420) dan Jepang (1942 - 1945). Dan bermula dari tanggal 6 Agustus dan 9 Agustus 1945, ketika bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki oleh tentara Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia), yang menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia.

Tanggal 9 Agustus 1945, Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebalah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada indonesia.

Tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia, karena Jepang telah berjanji mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda.

Tanggal 16 Agustus 1945, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pengikut Syahrir. Rapat PPKI jam 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok. Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal itu, mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok. Di sinilah, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun resikonya.
Malam harinya, Soekarnno dan Hatta kembali ke Jakarta, bertemu dengan Jenderal Yamamoto, mereka menjadi yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan tidak memiliki wewenang lagi untuk memberikan kemerdekaan.

Tanggal 17 Agustus 1945, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dibacakan oleh Ir. Soekarno yang didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. INDONESIA MERDEKA!


THINGS TO LEARN:

Sebuah momen sangat penting dalam sejarah hidup manusia, lebih dari 2.000 tahun yang lalu, YESUS juga telah memproklamasikan kemerdekaan rohani untuk kita semua atas penjajahan dan perbudakan dosa. Pada saat Yesus berteriak di atas kayu salib, "Sudah Selesai." (Yoh. 19:30). Teriak ini menyatakan bahwa bukan hanya penderitaan Yesus yang berakhir, tetapi juga karya penebusan-Nya atas dosa umat manusia telah selesai. Kematian-Nya menunjukkan bahwa alam maut tidak berkuasa lagi atas Dia (Rm. 6:9). Artinya, kita yang dahulu diperhamba, diperbudak dan menjadi jajahan dosa, namun karena ada satu Pribadi, yaitu YESUS, yang membebaskan kita dan kita benar-benar dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran (Rm. 6:18).

Dan ketika kita menerima YESUS sebagai Juruselamat, maka kita bebas dari penjajahan dosa. Kita orang yang merdeka! Itu sebabnya, hendaklah KITA hidup sebagai orang yang merdeka dan tidak menyalahgunakan kemerdekaan untuk berbuat dosa. KITA MERDEKA!


WISDOM WORDS:

johannes_djing: "Kemerdekaan sesungguhannya adalah kemerdekaan dari dosa yang menjajah hidup kita."
Joanie Yoder: "Kebenaran akan Yesus dan kasih-Nya yang kita kenal akan segera menyegarkan kembali, sekaligus memerdekakan Anda."


johannes_djing Ministry



Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia
http://fugato.net/wp-content/hiroshima-mushroom-cloud.jpg
http://i150.photobucket.com/albums/s81/waterbomm/welcome1706.jpg

Minggu, 15 Agustus 2010

THE ART OF GOSSIP

Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan. 2Kor. 12:20.


Ada sebuah kisah, di mana seseorang menceritakan gosip mengenai tetangganya dan dalam beberapa hari saja, seluruh lingkungan mengetahui ceritanya. Tetangganya itu tentu saja sakit hati.

Beberapa hari kemudian, orang yg menyebarluaskan gosip tersebut menyadari bahwa ternyata gosip itu tak benar. Dia menyesal, lalu datang kepada orang yang bijaksana untuk mencari tahu apa yang harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.

"Pergilah ke pasar," kata orang bijak itu, "belilah kemoceng, kemudian dalam perjalanan pulang, cabuti bulu ayam di kemoceng dan buanglah satu persatu di sepanjang jalan pulang." Meski kaget mendengar saran itu, si penyebar gosip tetap melakukan apa yg disuruh kepadanya.

Keesokan harinya orang tersebut melaporkan apa yg sudah dilakukannya. Orang bijak itu berkata lagi, "Sekarang pergilah dan kumpulkan kembali semua bulu ayam yang kau buang kemarin dan bawa kepadaku." Orang itu pun menyusuri jalan yg sama, tapi angin telah melemparkan bulu-bulu itu ke segala arah. Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dengan tiga potong bulu.

"Lihat 'kan?" kata orang bijak itu, "Sangat mudah melemparkannya, namun tak mungkin mengumpulkannya kembali, begitu pula dengan gosip. Tak sulit menyebarluaskan gosip, namun sekali gosip terlempar, 7 ekor kudapun tak dapat menariknya kembali."


THINGS TO LEARN:

Gosip itu ibarat paku yang ditancapkan ke tembok, ketika dicabut maka pakunya akan merusakkan tembok. Sama halnya dengan gosip yang dilontarkan dan disebarkan itu akan melukai hati orang yang digosipkan. TUHAN sendiri bersabda mengingkatkan kita, "Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu." Im. 19:16. Apabila seseorang kedapatan melakukan suatu kesalahan, maka kita tidak sepatutnya menyebarkannya ke permukaan umum, karena itu bukan tindakan yang bijaksana. Melainkan kita tegur empat mata, dan kita nasehati untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi dan membantu orang tersebut untuk memperbaiki kesalahannya.

Ingat ada pepatah spanyol yang mengatakan: "Apabila ada orang yang menggosipkan orang lain kepada kita, maka suatu ketika orang itu juga akan menggosipkan diri kita kepada orang lain juga." Jadi mengapa kita harus menggosipkan orang lain? Dan yang terpenting bukanlah apa yang kita katakan tentang orang lain, melainkan apa yang diketahui oleh Tuhan tentang kita.


WISDOM WORDS:

Hesoid: "Gosip itu jahat, menyenangkan dan mudah dibuat, tetapi ditanggung dalam kesedihan dan sulit untuk disingkirkan."
Will Rogers: "Satu-satunya saat yang paling tidak disukai oleh orang banyak adalah saat Anda menggosipkan mereka."


johannes_djing Ministry


Sumber:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKqgTIQTfbkNA1L3L340-bDQfnGKVowVlp88nB0tYofIaXBtU8QMWz-wf8KJKdHXhXfwybm7pr_7iAyKqqpQUHCaqx9QMqv_kcMbTXtsQfnAQUu1paJTueI1qzgSTIAjGqFIUUzKkNdQ/s1600/gossip2.gif
http://cache.thephoenix.com/secure/uploadedImages/The_Phoenix/Life/Lifestyle_Features/GossipGals_retroinside.jpg

Sabtu, 14 Agustus 2010

BERBUATLAH BAIK

Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari TUHAN, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat TUHAN. 3Yoh. 1:11.


Aesop:

Pada zaman Tiongkok Kuno ada seorang petani mempunyai seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu dan mempunyai anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari aning-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar, dan memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan cerita petani itu dengan hati-hati dan berkata, "Saya bisa saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan dia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang teman dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kau inginkan, teman atau musuh yang jadi tetanggamu?" Petani itu menjawab bahwa ia lebih suka mempunyai seorang teman.

"Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi yang mana Anda harus manjaga domba-domba Anda, supaya tetap aman dan ini akan membuat tetangga Anda tetap sebagai teman." Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika sampai di rumah, petani itu segera melaksanakan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu, yang mana ia menerima dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan baru anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak saat itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani. Sebagai balasannya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi teman yang baik.


THINGS TO LEARN:

Memang tidak gampang untuk menjadi orang yang berbuat baik tanpa pandang bulu dan tanpa pamrih, apalagi jika harus berkorban kepentingan diri sendiri demi orang lain dan orang itu tidak menghargai pengorbanan kita. WOW... sepertinya 'teori' banget! Tetapi itu keinginan Tuhan Yesus agar kita perbuat. Tapi ini akan menjadi lebih gampang pada saat kita mengingat kebaikan Tuhan Yesus dan kasih-Nya di atas kayu Salib yang tak berkesudahan kepada kita, padahal kita seringkali egois dan maunya sendiri.

Tidaklah sulit menemukan peluang untuk berbuat baik. Selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang. Sebab, jikalau kita berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian (Luk. 6:33).

Ingat cerita Yusuf? Di saat ia mengalami berbagai hal yang tidak mengenakkan dalam hidupnya yang disebabkan oleh orang-orang terdekatnya, yaitu saudaranya sendiri, yang memperlakukan Yusuf dengan tidak adil. Bisa saja, ketika Yusuf menjadi penguasa Mesir dan dia membalaskan semua kejahatan saudaranya yang pernah dilakukan kepadanya. Namun hal itu tidak dilakukan Yusuf.

Dari contoh di atas dan ringkasan kisah Yusuf, ada satu hal yang harus kita yakini bahwa keadilan TUHAN tidak dapat dihalangi oleh kejahatan manusia dan berbuat baik tanpa pamrih atau tanpa mementingkan diri sendiri itu mencerminkan kasih TUHAN. Hal itu memenuhi hukum kasih: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Yak. 2:8).


WISDOM WORDS:


Anonim: "Jika seseorang menyakitimu, lakukanlah sesuatu yang baik padanya. Itu akan memulihkan keseimbangan."
Socrates: "Apa yang tidak suka Anda alami, jangan lakukan pada orang lain."


johannes_djing Ministry


Sumber:
http://www.motivationtoday.co.cc/?p=608
http://www.mtemilysafecenter.com/HelpingHand.jpg


Kamis, 12 Agustus 2010

KARUNIA-KARUNIA ROHANI KITA

Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita. Rom. 12:6.


Pada zaman Revolusi Perancis, ada tiga orang Kristen yang divonis hukuman mati pancung dengan guillotine. Masing-masing orang Kristen itu memiliki karunia yang berbeda-beda, yang satu memiliki karunia iman, yang lain memiliki karunia nubuat, dan yang satunya lagi memiliki karunia melayani.

Yang pertama akan dihukum mati adalah orang Kristen dengan karunia iman. Dia ditanya oleh sang algojo, apakah ia ingin mengenakan kerudung di kepalanya. Namun dia menolaknya dan berkata, "Saya tidak takut mati. Saya beriman bahwa Tuhan akan memberikan pertolongan pada saya!" teriaknya dengan berani. Dia menatap mata pisau yang tajam itu, sambil mengucapkan doa singkat dan dengan penuh percaya diri. Tali pengikat guillotine ditarik, tapi mujizat terjadi pisau guillotine tidak bisa turun. Sang algojo takjud dan percaya bahwa ini pasti suatu mujizat dari Tuhan dan mereka membebaskan orang Kristen itu.

Yang berikutnya adalah orang Kristen dengan karunia nubuat. Kepalanya tepat berada di bawah pisau guillotine dan dia juga ditanya apakah ia ingin menggunakan kerudung penutup kepala. "Tidak," katanya, "Saya tidak takut mati dan saya bernubuat bahwa Tuhan menyelamatkan saya dari pisau guillotine ini!" Saat itu juga tali ditarik lagi, tapi tidak terjadi apa-apa lagi pada pisau guillotine itu. Sekali lagi, para algojo terheran-heran akan keajaiban Tuhan dan membebaskan pria itu.

Orang Kristen yang ketiga dengan karunia melayani adalah yang terakhir. Dia digiring ke guillotine dan ditanyai pula apakah ia mau menggunakan kerudung kepala. "Tidak," katanya, "Aku memiliki keberanian yang sama dengan kedua teman saya." Eksekusi kemudian dilaksanakan dan saat tali hendak ditarik, orang Kristen ketiga itu berteriak menghentikan mereka, "Hai tahan sebentar," katanya. "Saya pikir saya telah menemukan masalah pada guillotine Anda."


THINGS TO LEARN:

Kelakar di atas mengingatkan kita bahwa kita semua memiliki karunia rohani dan kita perlu tahu kapan harus menggunakannya. Karunia yang tepat sangat berguna terhadap keefektifan kita dalam melayani pekerjaan Tuhan. Karunia Tuhan bagi setiap orang berbeda itu berdasarkan anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita (Rom. 12:3). Kita tidak bisa mendapat karunia-karunia rohani berdasarkan hasil kerja atau pemikiran kita, karena namanya saja 'KARUNIA', PEMBERIAN dari TUHAN! Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus (Efs. 4:7). Dan ada rupa-rupa karunia, namun satu Roh (1Kor. 12:4), dan kita bisa menggunakan karunia yang ada untuk melayani dan melengkapi jemaat satu dengan yang lainnya (Rom. 12:3-8).

Nah, yang Tuhan kehendaki pada kita, agar kita menemukan dan memiliki kepastian tentang karunia yang ada dalam diri kita. Tujuan dari Roh Kudus mengaruniakan kita dengan karunia-karunia rohani yang khusus dan unik adalah untuk melayani jemaat Tuhan, 1Kor. 12:11, "Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya." Jadi marilah kita menemukan, menggunakan dan mengembangkan karunia yang ada pada kita untuk kemuliaan TUHAN dan membangun gereja-Nya.


WISDOM WORDS:

John Owen: "Doa adalah cara utama untuk mencapai karunia-karunia Roh Kudus."
Rick Warren: "Karunia-karunia rohani Anda tidak diberikan bagi kebaikan Anda sendiri, tetapi untuk kebaikan orang lain, sama seperti orang lain diberi karunia bagi kebaikan Anda."


johannes_djing Ministry
cc. Pdt. Andreas Rahardjo, Pdt. Daniel Sumitro, Pdt. Daniel Alexander, Pdt. Paulus Rahardjo.


Sumber:
Wayne Rice - More Hot Illustrations - Too Helpful.
http://utownworship.files.wordpress.com/2008/05/purpleworshipers.jpg.

Senin, 09 Agustus 2010

BERTINDAK... DO IT NOW!

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, "Mengapakah engkau berseru-seru kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat." (Kel. 14:15).


Beberapa waktu yang lalu kami mendapat sumbangan ide dari Pdt. Daniel Alexander. Ceritanya sangat menarik untuk kita ambil maknanya:

Pada 1995, dua orang nelayan pergi mencari ikan. Mereka mencari ikan di perairan dingin lepas pantai pulau Vancouver, British Columbia, Kanada. Di tengah laut tiba-tiba kapal mereka mulai tenggelam.

Melihat kapalnya tak dapat diselamatkan, dengan cepat keduanya naik ke sekoci. Akan tetapi tali yang mengikat sekoci dan kapal sangat kuat.

Mereka terus mencoba melepaskan ikatan tersebut. sementara itu kapal semakin dalam tenggelam, dengan sendirinya sekoci pun ikut tertarik masuk ke dalam laut. Mereka tidak memiliki pisau atau alat bantu yang bisa dipakai untuk memutuskan tali. Keduanya mulai putus asa.

Di tengah situasi yang menegangkan itu, mereka sepakat untuk bergantian menggigit talinya. Akhirnya mereka berhasii memutuskan tali. Setelah terkatung-katung di atas sekoci selama beberapa jam, mereka pun selamat karena ditolong oleh kapal nelayan lainnya.


THINGS TO LEARN:

Selama kita masih hidup di dunia ini, masalah selalu ada. Nah pertanyaannya: Apa yang kita lakukan saat menghadapi masalah? Apakah kita pasrah, mengeluh dan menyalahkan orang lain atau keadaan di sekeliling kita? atau kita berjuang, bertindak dan mencari jalan keluar?

Sering kita mengalami situasi dan keadaan seperti bangsa Israel. Mari kita belajar dari perikop Menyeberangi Laut Teberau - Kel. 14:1- 31, di mana sebelumnya Firaun mengizinkan bangsa Israel untuk keluar dari negeri Mesir, tetapi Firaun berubah pikiran (ay. 4-5). Rupanya Firaun tidak iklas melepaskan bangsa Israel, ia ingin bangsa Israel kembali menjadi budak bangsa Mesir. Firaun dan tentaranya kemudian mengejar mereka (ay. 7-9). Nah, saat tentara Mesir mendekat (artinya: saat masalah datang), bangsa Israel ketakutan, apalagi di depan mereka hanya ada Laut Merah yang dalam (masalah datang bertubi-tubi). Ibaratnya mereka dapat masalah besar dan sepertinya tidak ada jalan keluar. Di depan ada Laut Merah, di belakang ada tentara yang kejam, mau terbang tidak ada sayap. Mereka cuman bisanya berseru-seru kepada Tuhan. Namun, Tuhan berbicara lain kepada Musa, "Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat." Sepertinya Tuhan ngomong begini: "Hai, bangsa Israel: sekarang waktunya bertindak... DO IT NOW! Jangan berseru-seru tok, bertindaklah dengan iman!" Dan kita tahu bagaimana cerita selanjutnya setelah Musa bertindak mengangkat tongkat dan mengulurkan tangannya ke atas laut, maka mereka mendapat solusi dan mujizat saat itu juga - bangsa Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering (ay. 16).

Penyelesaian masalah tidak datang, ketika kita berdiam diri saja atau menyesali keadaan sampai berlarut-larut. Seperti di dalam Pkh. 3:1, "Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya." Termasuk ada waktu untuk berdoa dan ada waktu untuk bertindak. Terkadang dalam menghadapi persoalan dan setelah kita bergumul dalam doa, kita perlu bertanya pada diri sendiri, "Apa yang Tuhan inginkan untuk saya bertindak mengatasi masalah ini?" Atau, "Apa yang hendak Tuhan ajarkan melalui masalah ini?" Pertanyaan-pertanyaan seperti itu akan membuat kita berpikir dan merenung sejenak tentang tindakan tepat apa yang perlu kita lakukan.

WISDOM WORDS:

Herb Vander Lugt: "Kadang kala kita perlu percaya kepada Tuhan, dan segera mengambil tindakan."
Benjamin Franklin: "Sangat baik dikerjakan jauh lebih baik dibandingkan dengan sangat baik dikatakan."


johannes_djing Ministry


Sumber:
Sumbangan cerita dari pdt. Daniel Alexander,
http://www.surfcam.ca/files/AboutUcluelet-ShipWreck.jpg